TUGAS RESUME ARTIKEL "KARAKTERISASI JENIS BAHASA MELALUI GRAFIK PENYAMBUNGAN TERARAH"

 



1. Pendahuluan

Lebih dari satu abad yang lalu, seorang ahli biologi Jerman bernama Frederich Miescher memulai penyelidikan menyeluruh terhadap asam deoksiribonukleat (DNA) dan mengungkapkan bahwa DNA merupakan unsur terkecil dalam sel hidup, seperti yang dibahas oleh Dahm. Berupa senyawa kimia asam deoksiribonukleat yang kemudian dikenal berbeda dengan senyawa kimia protein, penelitian Frederich Miescher saat itu menemukan struktur kimia DNA. Urutan genetik baru kemudian tercipta ketika dua molekul DNA dari sumber berbeda bersatu dalam proses yang dikenal sebagai rekombinasi DNA. Keanekaragaman genetik, evolusi, dan perbaikan DNA yang rusak semuanya sangat bergantung pada mekanisme ini. Gartner et al., menyatakan bahwa, perbaikan DNA dan rekombinasi DNA sangat penting dalam memerangi kerusakan DNA yang diakibatkan oleh sumber internal dan eksternal. Menurut Head, dalam konteks proses rekombinan DNA, string awal yang disambung dengan aturan tertentu dalam sistem penyambungan akan menghasilkan sekumpulan kata, dengan asumsi DNA yang terbentuk dengan baik dianggap sebagai bahasa penyambungan. Beberapa penulis sepakat bahwa, bahasa yang dihasilkan dapat berada dalam konteks bahasa sementara, bahasa dewasa, atau bahasa batas. Terbentuknya setiap jenis bahasa penyambungan bergantung pada jumlah string DNA yang terlibat dalam suatu sistem dan urutan enzim restriksi yang ada pada string tersebut. Misalnya, reaksi aturan non-palindromik pada string tunggal akan  menghasilkan bahasa dewasa dan bahasa terbatas seperti yang dibahas oleh Sarmin dan Fong.

Sebelumnya, beberapa penelitian telah dilakukan dengan mengadopsi berbagai jenis grafik baik untuk 

menyajikan sistem penyambungan maupun bahasa penyambungan. Hal ini dapat dilihat dari tinjauan 

mendalam sistem penyambungan DNA dari perspektif grafik yang dilakukan oleh Mohd Ruslim dkk., misalnya grafik batas , grafik de Bruijn  dan grafik siklus. Dalam tulisan ini, pembentukan bahasa splicing dari model basah direpresentasikan dalam grafik splicing berarah. Karakterisasi bahasa penyambungan dengan menggunakan grafik penyambungan terarah merupakan metode improvisasi dalam menunjukkan penyambungan bahasa yang lebih tepat yang diambil dari Laun dan Reddy yang pertama kali memverifikasi hasil model kering yang disajikan di Head.


2. Hasil Pembahasan

Pada bagian ini, hasil percobaan Laun dibahas dalam dua kasus, dilatarbelakangi oleh karakteristik  enzim restriksi yaitu palindromik dan non palindromik. Hal ini untuk melihat apakah grafik penyambungan terarah dapat memprediksi pembentukan jenis bahasa lain bergantung pada ciri-ciri enzim restriksi, di luar yang diperoleh pada percobaan yang dilakukan sebelumnya. Kasus 1 diwakili dari Laun dan Reddy, di mana percobaan dilakukan dan hasil diperoleh. Sedangkan Kasus 2 juga diambil dari Laun dan Reddy [18], namun percobaannya belum dilakukan tetapi hasilnya sudah diprediksi.


3. Kesimpulan

Dalam tulisan ini, ada dua kasus yang dibahas. Kasus 1 dan Kasus 2 yang diambil dari Laun dan Reddy [18] 

direpresentasikan dalam grafik splicing berarah. Bahasa penyambungan yang diperoleh dari Kasus 1 dan Kasus 2 yang masing-masing berisi dua string awal dengan dua aturan nonpalindromik dan dua aturan palindromik diilustrasikan dalam bentuk grafik penyambungan terarah. Hasilnya menunjukkan jenis bahasa penyambungan yang lebih tepat yang berada di luar bahasa sementara, bahasa dewasa, dan bahasa batas. Bahasa penyambungan ditandai dengan perbandingan dengan hasil dari Yusof [14]. Dari bagian sebelumnya terlihat bahwa karakterisasi jenis bahasa penyambungan juga bergantung pada ciri-ciri enzim restriksi dimana enzim restriksi palindromik akan menyarankan adanya bahasa persisten yang aktif ketika bahasa penyambungan disajikan dalam grafik penyambungan terarah. Di masa depan, jenis grafik lain dapat dipertimbangkan untuk mengkarakterisasi jenis bahasa penyambungan. Selain itu, pendekatan yang lebih efektif ddapat dipertimbangkan dalam menentukan jenis atau perilaku penyambungan bahasa misalnya dengan menggunakan antarmuka pengguna grafis. Simulator ini akan menguntungkan lebih banyak pengguna dari berbagai bidang karena dapat mengurangi waktu, biaya dan memberikan output yang lebih akurat seperti yang dikemukakan oleh Syed Abdul Nasir dkk.


Oleh: Marcel Radita Bintang Palistya Putra

Komentar